Bagi penggemar dan kolektor sepatu lokal, nama Edward Forrer tentu sudah tidak asing lagi. Perusahaan sepatu yang mengusung nama pemiliknya sebagai merek dagang ini punya keunggulan : produksi sepatunya tidak dibuat secara mass production. Meski namanya rada kebule-bulean, Edward Forrer, sang pemilik perusahaan adalah orang asli Bandung. Edward dari awalnya dikenal hanya membuat sepatu sesuai dengan pesanan si pembeli. Dari sini nama Edward mulai dikenal banyak orang. Tak hanya oleh warga Bandung melainkan juga oleh masyarakat dari daerah-daerah lain.
Sejak tahun 2006 pertumbuhan gerainya semakin pesat setelah Edward menawarkan sistem franchise. Dalam waktu singkat Edward berhasil menjaring terwaralaba. Tak hanya dari dalam negeri, peminat terwaralabanya juga datang dari luar negeri. Hasilnya, sekarang jaringan toko sepatu Edward Forrer sudah menjadi 50 toko. Diantara 50 outlet tersebut, 17 outlet merupakan toko milik Edward Forrer sendiri, selebihnya milik para franchiser. Bagi yang tertarik menjajal bisnis franchise pelindung dan pemantas kaki van Bandung ini, Edward Forrer menawarkan empat pilihan kategori franchise. Masing-masing kategori mensyaratkan modal dan luas ruang usaha berbeda. Agak berbeda dari pewaralaba lain, Edward Forrer memungut biaya formulir pendaftaran sebesar Rp. 5 juta sebagai bukti keseriusan investor. Selanjutnya terwaralaba akan masuk pada tahapan seleksi. Jika lulus langsung masuk pada tahap persiapan gerai. Jika gagal, jangan khawatir, franchiser akan mengembalikan uang formulir yang Rp. 5 juta tadi. Sebagaimana franchise, Edward Forrer juga mengenakan franchise fee kepada terwaralaba. Besarnya franchise fee berkisar Rp. 50 juta – Rp. 125 juta untuk lima tahun, tergantung kategori waralaba yang dipilih.
Selanjutnya setelah toko berjalan, franchiser akan mengirimkan stok barang secara rutin seminggu sekali kepada terwaralaba. Terwaralaba tidak perlu membayar lagi, dengan catatan stok barang awal terwaralaba harus menyerahkan uang jaminan sebesar 35% dari nilai barang. Dan biaya pengiriman sudah di tanggung franchiser. Untuk memacu kinerja terwaralaba/members franchise, franchiser juga memasang target omzet yang harus di dapat terwaralaba. Besarnya tergantung kategori waralaba yang diambil. Jadi terwaralaba yang tidak mencapai target tidak ada sanksi, tapi usahanya akan dievaluasi lagi. Untuk keuntungan bisnis ini, Edward Forrer memberikan margin untuk terwaralaba sebesar 40% dari harga jual sepatu, yang berkisar Rp. 100 ribu – Rp. 500 ribu per pasang. Jika semua lancar paling lambat 2,5 tahun terwaralaba sudah balik modal.
Sabtu, 10 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar